Stok Beras di Kabupaten Pekalongan Cukup Sampai Akhir Tahun

Stok Beras di Kabupaten Pekalongan Cukup Sampai Akhir Tahun

GUDANG - Para pekerja sedang melakukanan proses pengangkutan beras ke gudang bulog bondansari di wiradesa.

WIRADESA - Untuk memastikan stok beras di kabupaten pekalongan aman, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melakukan kunjungan mendadak atau sidak ke gudang bulog Bondansari, Wiradesa, senin (27/5/2019).

Dalam kunjungan tersebut diketahui bahwa stok beras masih banyak, dan cukup sampai akhir tahun. Selain itu, juga masih ada proses pengangkutan atau pengadaan dari daerah Sragi dan Kesesi yang sedang musim panen.

"Saya kira jika melihat stok dari gudang bulog, Kabupaten Pekalongan sudah bisa swasembada pangan sendiri. Lahannya sekitar 24 ribu hektar dan data dari Dinas Pertanian, hasil padinya bisa mencapai 9000 ton pertahun," ucap Bupati Asip.

Menurut Bupati Bulog juga sudah melakukan tugasnya dengan baik, karena terjun langsung ke petani dan membeli beras dari tingkat petani dengan harga HET Rp 8.030 serta bisa bersaing dengan daerah yang lain.

"Kita menyumbang swasembada beras di Jawa Tengah juga, saya punya rencana bahwa beras juga bisa diputar ke tingkat petani juga. Jika beli beras dari bulog, otomatis beras dari petani. Namun juga bisa mengelola beras sendiri untuk dijual. Apalagi saat ini para PNS juga membeli beras dari hasil panen dari Kabupaten Pekalongan sendiri," jelas Bupati Asip.

Sementara itu Kepala Gudang Bulog Bondansari, Imam Senoaji menjelaskan bahwa stok beras menjelang dan setelah lebaran terhitung aman. Bahkan stok beras mencapai 4800 ton dapat mencukupi sampai akhir tahun.

Selain itu pihaknya juga memastikan untuk stok komoditi juga aman, ada beras premium dan medium, gula pasir 25 ton, minyak goreng 15 ribu liter, daging juga aman. Juga ada daging beku sekitar 500 kilo dan tepung 2 ribu kilo yang semuanya bisa mencukupi kebutuhan selama lebaran ini.

"Dalam menjaga stabilitas harga, Kami siap melaksanakan operasi pasar murah maupun operasi pasar jika ada permintaan dari Pemkab Pekalongan," pungkasnya.

Sampai saat ini pihak Buloh melayani permintaan dari pemerintah daerah, BUMN, BUMDes, perhutani dan taspen serta pengemasan paket sembako.

Untuk beras impor ini cuma stok nasional dan sebagai penyetaraan saja, jika situasinya harga beras naik nanti, beras impor akan dikeluarkan dengan harga Rp 8.100 untuk menstabilkan kenaikan harga beras nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: