Petani Diimbau Tanam Serentak untuk Mengatasi Serangan Hama Wereng

Petani Diimbau Tanam Serentak untuk Mengatasi Serangan Hama Wereng

PENGENDALIAN - Kepala DKPP Siswanto bersama petugas dari Balai Besar Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (BBPOPT) Kementan memeriksa peralatan dan pestisida untuk Gerakan Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat di Kecamatan Buaran. Hadi Waluyo.

BUARAN - Untuk menekan serangan hama wereng, petani yang bergabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan) diimbau untuk melakukan penanaman padi secara serentak. Pola pergiliran varietas padi dan pergiliran tanaman juga harus dilakukan. Upaya tersebut akan mampu mengurangi organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti hama wereng dan lainnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Siswanto, disela-sela gerakan pengendalian hama terpadu di Kecamatan Buaran, kemarin. Ia mengakui, serangan hama wereng saat ini mulai menghangat, sehingga petani diimbau untuk mewaspadainya.

Dikatakan, untuk mengantisipasi meluasnya serangan hama wereng, di setiap kecamatan ada gerakan untuk pengendalian hama wereng.
"Serangan hama wereng saat ini masih bersifat spot-spot. Semoga dengan upaya pengendalian bersama ini penyebarannya bisa ditekan," terang Siswanto.

Untuk mengatasi hama wereng, ia mengimbau kepada petani untuk melakukan penanaman padi secara serentak. Pasalnya, dengan sistem budidaya padi lokal masih bersifat soliter, belum seluruhnya dilakukan secara serempak. "Hamparan sawah A panen, maka akan pindah ke hamparan sawah B, demekian terus. Untuk itu, penanaman harus dilakukan secara serentak untuk mengendalikan OPT ini," terang dia.

Selain penanaman serentak, petani dianjurkan melakukan pergiliran varietas padi yang ditanam. Misalnya, lanjut dia, setelah menanam bibit padi jenis Ciherang, selanjutnya diganti dengan bibit jenis Inpari32. Pergiliran tanaman juga perlu dilakukan. Saat musim kemarau dimana pasokan air kurang, maka petani disarankan tidak menanam padi tapi menggantinya dengan tanaman palawija.

"Manfaatkan lahan dengan sebaik-baiknya, termasuk di pematang sawah. Misalnya ditanami dengan palawija seperti talas, kacang-kacangan, atau lainnya. Jangan sampai ada lahan kosong," pesan dia.

Dikatakan, serangan hama wereng memang biasanya muncul pada bulan-bulan tertentu seperti musim tanam Oktober-Maret saat ini. Oleh karena itu, petani diminta untuk sigap. DKPP sendiri, kata dia, sudah menyiapkan obat-obatan yang cukup untuk mengantisipasi serangan hama wereng.

Ditambahkan, Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah yang dijagakan untuk pemenuhan pangan di Jawa Tengah. Produktivitas padi di Kota Santri mencapai 52,46 kuintal gabah kering giling. Selama ini, Kabupaten Pekalongan juga surplus 98 ribu ton gabah kering giling. "Gabah dari Kabupaten Pekalongan banyak yang dikirim ke luar daerah," imbuhnya. (ap5)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: