Kemarau, Jumlah Penderita Penyakit ISPA Meningkat

Kemarau, Jumlah Penderita Penyakit ISPA Meningkat

dr Abidin, Kepala Dinkes Kendal-saefudin-

*Tahun Ini Ditemukan 52.125 Kasus, Tertinggi Juli

KENDAL - Musim kemarau yang panjang di tahun 2023 ini ternyata meningkatkan risiko serangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tahun ini sampai dengan bulan Juli kemarin, temuan ISPA di Kabupaten Kendal bahkan telah mencapai angka 52.125.

Data itu disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal yang mendasarkan pada laporan seluruh Puskesmas di Kabupaten Kendal. Tren persebaran ISPA juga cenderung meningkat dalam tiga bulan terakhir. 

Di bulan Mei misalnya, Dinkes mencatat ada 2.387 kasus ISPA, grafik tertinggi terutama ditemukan di pekan pertama. Berikutnya di bulan Juni, angkanya meningkat menjadi 2.670 kasus, pun data temuan tertinggi kembali terjadi di pekan pertama. Peningkatan kasus IPSA ini memuncak di bulan Juli dengan temuan mencapai 3.325 kasus.

"Untuk bulan Juli kemarin, temuan kasus tertinggi justru di pekan ketiga atau mendekati Agustus. Secara kumulatif, temuan ISPA sepanjang tahun 2023 sampai bulan Juli kemarin mencapai 52.125 kasus," ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Kendal, dr Abidin, Selasa (29/8/2023). 

Diakui Abidin, risiko serangan ISPA meningkat seiring musim kemarau panjang di tahun ini. Terlebih, suhu di Kabupaten Kendal sendiri tercatat mencapai 35 derajat saat siang hari. 

Adapun risiko ISPA ini meningkat sebagai akibat meningkatnya sirkulasi virus di udara selama musim panas. Bagi yang mengalaminya, gejala ISPA bisa muncul seperti nyeri pada tenggorokan, batuk kering dan gatal, batuk berdahak, yang pada akhirnya berpotensi memicu komplikasi seperti pneumonia (radang paru) dengan gejala sesak napas. 

Tak hanya itu, ISPA juga disebut Abidin bisa memicu gejala lain seperti sariawan, kulit menjadi kering dan gatal-gatal, bahkan bisa muncul penyakit lainnya seperti migren dan dehidrasi. 

"Untuk temuan pneumonia juga menunjukkan tren meningkat dalam tiga bulan terakhir. Sesuai data kami, di bulan Mei ditemukan 39 kasus, lalu meningkat menjadi 44 kasus di bulan Juni, dan puncaknya di bulan Juli sebanyak 55 kasus," terang Abidin.

Dijelaskan, ISPA sendiri merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan akibat serangan virus dan bakteri. Meski disebut tak mematikan, namun gejalanya perlu diwaspadai, terutama jika sudah menyerang paru-paru menjadi pneumonia.

"Pneumonia inilah yang berbahaya, karena bisa mengakibatkan penderitanya mengalami sesak nafas. Kami mengimbau masyarakat Kendal untuk lebih mewaspadai risiko ISPA selama musim kemarau ini. Untuk mencegahnya, masyarakat bisa membiasakan mengonsumsi banyak air putih dan sayur serta buah-buahan," jelasnya. (sef)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: