Batang Ditetapkan jadi Kota Kreatif oleh Kemenparekraf

Batang Ditetapkan jadi Kota Kreatif oleh Kemenparekraf

PENGUMUMAN - Menparekraf Sandiaga Uno ikut menyaksikan pengumuman 5 kabupaten/kota kreatif di Indonesia, di mana Batang menjadi salah satunya.-saefudin-

BATANG - Kinerja Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang kembali menunjukkan prestasi di tingkat nasional. Setelah penghargaan Penghargaan INACRAFT 2023 baru-baru ini, kali ini giliran Kabupaten Batang terpilih dan ditetapkan sebagai Kota Kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Batang berhasil terpilih bersama 4 kabupaten/kota lainnya dalam program unggulan Kemenparekraf ini setelah melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat. Diketahui, Kota Kreatif merupakan program unggulan Kemenparekraf untuk untuk menggali, mengelola, dan menumbuh kembangkan kreativitas serta potensi lokal kabupaten atau kota di Indonesia.

“Alhamdulillah, Kabupaten Batang masuk 5 Kata Kreatif dari Kemenparekraf yang menojolkan sektor Batik Rifaiyah,” kata Kepala Disparpora Batang, Yarsono didampingi Kabid  Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Nuni Trianingrum saat ditemui di Kantor Disparpora Baang, Kabupaten Batang, Rabu (18/10/2023).

Adapun 4 kabupaten/kota lainnya yang masuk dalam program Kota Kreatif ini, yakni Kabupaten Banyumas, Kota Makasar, Kota Pangkal Pinang, dan Kabupaten Sleman. Dengan hasil ini, Batang kini masuk dalam daftar 35 Kota Kreatif seluruh Indonesia. 

“Jadi kemarin kami mengirimkan subsektor ekraf  kriya Batik Rifaiyah karena berbentuk kerajinan yang mengandung kebudayaan serta ada agenda pertunjukannya juga. Tidak hanya itu, ada pendukungnya juga seperti kerajinan action figure menggunakan besek, tas kayu, jam tangan kayu, dan kuliner khas Kabupaten Batang yang terangkum di sebuah video,” terangnya.

Tujuannya Kemenparekraf adanya Kata Kreatif untuk bisa menjadi sinyal kebangkitan UMKM di daerah. Khususnya di sub sektor ekraf, kuliner, kriya, dan fesyen.

“Ke depan bukan hanya serabi kalibeluk dan megono saja yang dikenal di Kabupaten Batang. Tapi lebih banyak lagi produk ekraf yang menjadi unggulan di Kabupaten Batang supaya meningkatkan perekonomian,” ungkapnya.

Disparpora Batang sendiri sudah mempetakan subsektor yang benar-benar unggulan agar dikenal oleh masyarakat luas.

“Nantinya produk-produk unggulan itu pasti akan dibawa ke pameran-pameran ekraf bergengsi di Indonesia. Soalnya jika hanya mencari pasar di daerah saja akan kesulitan berkembang,” ujar Yarsono.

Sementara Kabid Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Nuni Trianingrum menambahkan, penetapan Batang sebagai Kota Kreatif di Indonesia ini sebelumnya telah melalui seleksi dari tim Kemenparekraf. Sebelumnya Batang mengirimkan borang dan video profil potensi daerah, yang dalam hal ini mengambil seubsektor kriya batik, yakni Batik Rifaiyah. "Untuk diketahui, subsektor kriya Batik Rifaiyah ini sebelumnya telah teruji petik di tahun 2017," ungkap Nuni.

Dijelaskan Nuni, tahapan seleksi kabupaten/kota kreatif ini telah dimulai sejak 1 September 2023 lalu. Saat itu Kemenparekraf melaksanakan kegiatan sosialisasi Penetapan KaTa Kreatif 2023. Sebanyak 22 Kab/Kota yang telah melaksanakan Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) dan mengikuti sosialisasi penetapan KaTa Kreatif 2023, nantinya akan mengikuti seluruh tahapan seleksi.

"Jadi semua kabupaten/kota yang mengikuti sosialisasi dan berkomitmen untuk mengikuti seleksi Penetepan KaTa Kreatif 2023 diwajibkan untuk mengumpulkan borang dan video profil sebagai mekanisme seleksi," lanjut Nuni.

Selanjutnya, pada tanggal 9 Otober 2023 setelah borang dan video profil dari masing-masing Kab/Kota terkumpul, dilakukan rapat pleno bersama dengan tim penilai (borang&Video) untuk kemudian bersama sama menentukan Kab/Kota yang akan ditetapkan sebagai KaTa Kreatif 2023.

Hasil rapat pleno bersama tim penilai menetapkan 5 Kab/Kota dengan nilai (borang&video) terbaik sebagai KaTa Kreatif 2023. Dengan ditetapkannya 5 Kab/Kota sebagai KaTa Kreatif ini diharapkan dapat menjadi role model sehingga mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan. "Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Karena artinya kerja-kerja kami dengan stakeholder lainnya ini bisa memberikan dampak bagi Batik Rifaiyah misalnya, karena bisa semakin dikenal luas sehingga harapannya kelestariannya juga tetap terjaga," pungkas Nuni. (sef)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: