Kembangkan Telaga Si Gebyar Menjadi OW Milenial Tanpa Meninggalkan Karakter Desa

Kembangkan Telaga Si Gebyar Menjadi OW Milenial Tanpa Meninggalkan Karakter Desa

TINJAU - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama dengan OPD meninjau Telaga Si Gebyar yang mengering.

PETUNGKRIYONO - Grand design revitalisasi Telaga Si Gebyar kembali kepada kondisi ekologi-hidraulik yang berorientasi pada danau alami yang ada. Artinya, dalam pengelolaannya berangkat dari telaga alami, bukan berangkat dari filosofi reservoir atau kolam tandon bangunan teknik sipil-hidro.

Demikian dikatakan Gus Eko Ahmadi, Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan saat berdiskusi bersama Bupati Kabupaten Pekalongan, Asip Kholbihi bersama rombongan di Telaga Si Gebyar, Desa Telogohendro, Kecamatan Petungkriyono, Kamis (1/8/2019).

"Segala kondisi yang ditemui pada telaga alamiah diadopsi dan diterapkan pada telaga, yang direvitalisasi. Intinya adalah mengembalikan kondisi alamiah danau, telaga yang bersangkutan," terangnya.

Sementara Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan Grand Design pengembangan Telaga Si Gebyar merupakan salah satu upaya untuk menjadikan Telaga sebagai objek wisata millennial namun tidak meninggalkan karakter desa.

"Nanti kita rancang pengembangan Telaga Si Gebyar dilengkapi wisata edukasi, agrowisata, cagar budaya dan kolam renang alami yang menggambarkan desa Telagahendro" terangnya.

Selain itu, Wisatawan dapat spot-spot foto yang instagramable di dalam air yang bening, bermeditasi, memancing di satu tempat dengan pemandangan jernihnya air Si Gebyar," jelasnya.

"Semua fasilitas yang ditawarkan dalam Grand Design dibuat dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Telaga, sehingga berkembangnya wisata Telaga sejalan dengan meningkatnya kesejahteraan dan perekonomian masyarakat," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: