Stunting di Kabupaten Pekalongan Versi Data SSGI Naik 4 Persen, Wartawan Diajak Ikut Turunkan Angka Stunting

Stunting di Kabupaten Pekalongan Versi Data SSGI Naik 4 Persen, Wartawan Diajak Ikut Turunkan Angka Stunting

Dinas P3A PPKB Kabupaten Pekalongan gandeng wartawan di Kota Santri untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan.-Hadi Waluyo-

KAJEN - Kasus stunting di Kabupaten Pekalongan berdasarkan data SSGI mengalami peningkatan cukup signifikan, yakni naik 4 persen. Padahal berbagai intervensi telah dilakukan oleh Pemkab Pekalongan. 

Pada tahun 2021, prevalensi stunting di Kabupaten Pekalongan 19,5 persen. Meskipun sudah diintervensi dengan berbagai cara oleh Pemkab Pekalongan, prevalensi stunting di tahun 2022 justru naik menjadi 23,5 persen atau naik sekitar 4 persen.

"Berdasarkan SSGI itu meningkat 4 persen, bukan menurun," kata Kabid PPKB Dinas P3A PPKB Kabupaten Pekalongan, Fatiroh, Rabu, 13 Desember 2023.

Dikatakan, ada dua data stunting. Pertama versi SSGI. Kedua versi IPPGBM. Untuk versi IPPGBM, lanjut dia, prevalensi stunting di Kabupaten Pekalongan menurun drastis.

Baca juga:Polsek Kesesi Pantau Penyaluran Bantuan Pangan bagi Keluarga Rawan Stunting Tahap 2 Tahun 2023  

"Berdasarkan hasil IPPGBM yang ditimbang secara serempak di posyandu masing-masing, itu sangat meninabobokan kita karena pada posisi akhir 2023 ini, dengan kasus 612 atau 10,58 persen. Di tahun 2022-nya 11,04 persen. Jadi semakin menurun, semakin menurun dari tahun 2020 yang 13,48 persen yaitu dengan kasus stunting 1628," kata Fatiroh.

Jadi, kata dia, berdasarkan IPPGBM, prevalensi stunting menurun. Tapi berdasarkan SSGI, prevalensi stunting naik.

"Ini ada sebuah paradigma yang berbeda, berlawanan. Makanya ini bagaimana nanti kita berharap untuk IPPGBM itu setiap bulan di-update, sedangkan untuk SSGI akhir tahun ini ada riset. Harapan kami, hasil riset yang terakhir itu kami sudah bisa turun," ujar dia.

Disinggung kenapa data itu bisa berbeda, ia mengatakan, dari SSGI, datanya berdasarkan survei. Hasil survei itu dengan sampling yang diambil adalah desa-desa lokus stunting. 

Baca lagi:Keluarga Rawan Stunting yang Menerima Daging Ayam Busuk di Kabupaten Pekalongan akan Dapat Ganti

"Sampling yang diambil kebetulan lokus stunting. Otomatis kalau dihitung, dimasukkan rumus, hasilnya pasti tinggi," kata dia. 

Kalau IPPGBM, data berdasarkan penimbangan di posyandu dengan alat antropometri serempak. "Cuma yang masih human erorr-nya adalah harusnya penimbangan serempak itu diinput di aplikasi sampai dengan 90 persen. Nah, penginputannya sampai dengan sekarang baru 60 persen," kata dia.

Ia berharap, jika input  data sampai 90 persen, update yang terkini hasil IPPGBM human erorr-nya juga sudah sedikit. Artinya deviasinya sudah tidak tinggi lagi. Diharapkan data prevalensi stuntingnya lebih akurat daripada sebelumnya. 

Disebutkan, rembug stunting tingkat kabupaten pada tahun 2024 akan dipusatkan di Kecamatan Karangdadap. Karena Karangdadap merupakan salah satu kecamatan yang masuk di lokus stunting. Untuk lokus stunting lainnya di Kecamatan Buaran, Doro, Talun dan Karanganyar. Total ada sekitar tujuh desa yang akan jadi lokus stunting di tahun 2024. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: