Bupati Pekalongan Borong Dagangan Penyandang Disabilitas

Bupati Pekalongan Borong Dagangan Penyandang Disabilitas

BORONG - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq memborong dagangan Gading saat berada di depan Rumah Dinas Pendopo, Selasa (24/01/2023) malam. --

KAJEN - Masih ingat dengan penyandang disabilitas yang biasa berjualan di Area Alun Alun, Komplek Pemerintahan Kabupaten Pekalongan? Kemarin, Gading mendapat keberuntungan karena saat melintas di Depan Rumah Dinas Pendopo diborong oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. 

 

Peristiwa itu terjadi saat pelepasan rombongan perwakilan PPDI Kabupaten Pekalongan untuk berangkat ke Jakarta sekira pukul 22.00 Wib. Saat itu Gading melintas di depan Pendopo menuju ke arah timur. Sementara Bupati Fadia Arafiq bersama suami Muhkhtaruddin Ashraff Abu tengah ngobrol santai sambil berdiri dengan Asisten II, Kepala Dishub, Kepala Dinas PMD, Ka Kesbangpol dan lainnya. Tiba-tiba perhatian Bupati tertuju motor listrik yang dilengkapi gerobak berisikan barang dagangan milik Gading, anak disabilitas . 

 

Secara spontan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq memanggil Gading untuk berhenti sejenak. Mengetahui penjual penyandang disabilitas, Bupati langsung membeli yang diikuti oleh rombongan membeli barang dagangan yang diinginkan. 

 

pada saat itu, Gading terlihat tak malu malu. Dengan kalimat terbata-bata karena Gading memang sulit berbicara, ia menawarkan barang dagangan di gerobak. Bahkan ia tak janggung menyalami Bupati dan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Ashraff.

 

Pada kesempatan itu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengapresiasi Gading Ogi Saputra, salah satu anak disabilitas di Kabupaten Pekalongan. Meskipun dengan keterbatasanya namun tetap semangat mencari nafkah untuk membantu orang tuanya. 

Sekadar untuk diketahui, Gading mengalami kondisi disabilitas fisik sejak lahir yang membuat perlambatan perkembangan fisik sehingga kedua kakinya tidak berfungsi normal. Ia bisa berjalan merangkak dibantu dengan kedua tangannya.

 

"Gading ini merupakan sosok yang luar biasa, menjadi contoh para penyandang disabilitas di Indonesia, karena kekurangannya bukan menjadikan alasan untuk tidak bekerja," katanya.

 

Sudah beberapa tahun terakhir ini ia bekerja jualan kopi keliling. Sebelum berangkat bekerja, ibunya, Susiati, membantu merapikan minuman, rokok, dan barang dagangan lainnya di boks motor listrik roda tiga milik Gading.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: