Kartu Tani "Mubazir", Petani Pilih Gunakan Uang Tunai

Kartu Tani

SIDAK - Tim KP3 Kabupaten Pekalongan melakukan Sidak ke Kios tempat penjualan pupuk bersubsidi di wilayah Karanganyar dan Wonopringgo. TRIYONO

KAJEN - Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Pekalongan, Rabu ( 13/3) melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) peredaran pupuk bersubsidi di Kios pengecer Pasar Karanganyar dan Wonopringgo. Dari Sidak tersebut, masih banyak petani yang membeli dengan menggunakan uang tunai, sedangkan kartu tani mubasir karena jarang digunakan.

Pantauan Radar, Tim KP3 yang terdiri Bagian Perekonomian, Dinas Pertanian, Dinperibdagkop, Dinkes, Lingkungan Hidup, Polres Pekalongan dan Kejaksaan Kajen melakukan sidak mulai pukul 09.00 wib. Sidak dimulai dari tiga Kios Pengecer Pupuk Bersubsidi di Wilayah Kecamatan Karanganyar.

Kemudian sidak dilanjutkan di wilayah Kecamatan Wonopringgo dengan kengecek di tiga kios yang menyediakan pupuk bersubsidi termasuk yang ada di Pasar Wonopringgo. Dari hasil pemeriksaan kondisi pupuk bersubsidi untuk stok masih aman sedangkan harga seduai dengan aturan yang berlaku.

Salah seorang perwakilan dari Dinperindagkop Kabupaten Pekalongan, Heri, usai sidak menyatakan bahwa dari sejumlah kios pengecer pupuk bersubsidi stok masih dalam kondisi aman. Namun dari keterangan penjual ternyata masih banyak petani yang membeli pupul menggunakan uang tunai bukan melalui Karti Tani.

"Kebanyakan Debit kartu tani masih banyak yang kosong disaat akan membeli pupuk. Untuk itu pedagang tetap bisa melayani namun harus sesuai RDKK ( Rencana Definitif Kebutuha Kelompok). Saat ditanya para petani mengaku kurang tahu dalam mengisi Saldo di Kartu Tani," katanya.

Sementara Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom menyatakan bahwa saat ini untuk sektor pertanian sebagian besar sedang masuk masa panen, sehingga permintaan pupuk cederung berkurang. Namun ada beberapa petani yang sengaja membeli pupuk untuk stok pupuk saat musim tanam nanti.

"Untuk pemberlakuan kartu tani dalam pembelian pupuk bersubsidi yang akan diberlakukan sebagian dari pemilik kios sudah mengetahuinya. Namun diharapkan supaya untuk senantiasa dilakukan sosialisasi terkait hal tersebut," terangnya.

Selain itu di Kios masih terdapat adanya bahan makanan dan makanan jadi serta bahan material bangunan yang disimpan berdampingan dengan penyimpanan pupuk. Sehingga membahayakan makanan jika terkontaminasi bahan aktif dari pupuk. (yon)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: