Transformasi Digital di Sekolah: SMPN 9 Pekalongan Luncurkan “INTAN BTQ”
Kegiatan- Kegiatan "INTAN BTQ” atau Sistem Informasi Manajemen Jurnal Harian Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di SMPN 9 Pekalongan.-FOTO-Dok. Istimewa
Radarpekalongan.co.id – Inovasi digital di dunia pendidikan terus berkembang. Kali ini, SMP Negeri 9 Pekalongan menghadirkan terobosan baru melalui peluncuran “INTAN BTQ” atau Sistem Informasi Manajemen Jurnal Harian Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an. Sistem tersebut dikembangkan untuk mendukung pengelolaan program unggulan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan tahfidz Juz 30 secara lebih modern, efektif, dan terintegrasi.
Guru SMPN 9 Pekalongan, Ida Solowati mengatakan, inovasi tersebut lahir dari kebutuhan sekolah untuk menghadirkan sistem administrasi pembelajaran BTQ yang lebih tertata dan mudah dipantau.
“Program BTQ di sekolah kami berjalan setiap hari dengan jadwal berbeda. Untuk kelas VII dilaksanakan pukul 06.30 WIB sebelum pembelajaran dimulai, sedangkan kelas VIII dan IX dilakukan setelah pulang sekolah. Karena itu diperlukan sistem yang mampu membantu guru dalam pencatatan sekaligus memudahkan monitoring perkembangan siswa secara cepat dan akurat,” ujarnya, (23/5/2025)
Ia menjelaskan, sebelumnya seluruh administrasi pembelajaran masih dilakukan secara manual, mulai dari absensi, materi pembelajaran, hingga capaian hafalan siswa. Kondisi itu dinilai cukup menyita waktu dan berisiko menimbulkan kendala dalam penyimpanan data maupun proses rekapitulasi.
Melalui “INTAN BTQ”, guru kini cukup mengisi jurnal pembelajaran digital melalui Google Form setelah kegiatan belajar selesai. Data otomatis masuk ke Google Spreadsheet dan diolah menggunakan formula seperti COUNTIF serta tabel pivot sehingga proses administrasi menjadi lebih cepat dan minim kesalahan.
Selanjutnya, seluruh data divisualisasikan melalui dashboard interaktif Google Data Studio yang dapat dipantau secara real-time oleh kepala sekolah maupun tim pengawas. Sistem ini juga dipadukan dengan Canva AI untuk membuat desain laporan digital, infografis perkembangan hafalan Juz 30, hingga penyematan hyperlink yang memudahkan akses menuju formulir, rekap data, dan dashboard hanya melalui satu klik.
“Dengan adanya dashboard digital, pemantauan perkembangan pembelajaran BTQ menjadi lebih mudah dan efisien. Guru juga lebih terbantu dalam pengelolaan administrasi harian,” tambah Ida.
Pengembangan inovasi tersebut didukung dasar hukum mulai dari UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, Perda Kota Pekalongan, hingga SK Kepala Sekolah.
Dalam implementasinya, “INTAN BTQ” turut diuji menggunakan metode Delone & McLean IS Success Model serta Task-Technology Fit (TTF). Hasil uji coba menunjukkan sistem mampu meningkatkan efisiensi kerja guru, menyelaraskan kebutuhan administrasi dengan teknologi, sekaligus menghadirkan laporan yang lebih informatif dan menarik.
Melalui inovasi tersebut, SMPN 9 Pekalongan menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan dapat berjalan selaras dengan transformasi teknologi digital. Langkah ini sekaligus menjadi dukungan terhadap visi Kota Pekalongan sebagai kota religius yang tetap adaptif terhadap perkembangan zaman serta mencetak generasi yang cerdas secara akademik dan berakhlak mulia. (**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
