Ribuan Anak di Batang Putus Sekolah, Bupati Siapkan Program Paket C dan Lomba Antar Desa
Bupati Batang Faiz Kurniawan memimpin upacara Hardiknas di halaman Kantor Bupati setempat, Senin (4/5/2026).-Istimewa -
BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) BATANG tengah berjibaku menghadapi lonjakan angka anak tidak bersekolah.
Berdasarkan data teranyar dari Dapodik per 27 April 2026, tercatat sebanyak 551 pelajar SD, 1.400 pelajar SMP, dan 1.145 pelajar SMA/SMK resmi keluar dari sistem pendidikan atau drop out (DO).
Akumulasi angka tersebut langsung mendapat respons serius dari Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan. Ia mengakui kondisi ini merupakan persoalan genting yang membutuhkan intervensi cepat dari berbagai pihak.
Menurut Bupati Faiz, kasus putus sekolah tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada sejumlah faktor yang saling berkaitan, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, motivasi internal siswa, hingga lemahnya fungsi pengawasan dari sisi pemerintah.
BACA JUGA:Lomba Masak Ikan Warnai Festival Gemarikan di Batang, Wabup: Kandungan Gizinya Tinggi
BACA JUGA:Jangan Takut Dicap ‘Ambis’, Faelasufa Faiz Ajak Pelajar Batang Berani Kejar Mimpi
"Persoalan ini memang multifaktor. Ada faktor ekonomi di tingkat keluarga, faktor dari anak didik sendiri, dan tentu saja dari kami pemerintah, terutama dalam hal mekanisme pengawasan," ungkap Faiz usai memimpin upacara Hardiknas di halaman Kantor Bupati setempat, Senin (4/5/2026).
Paket C Gratis untuk 2.000 Anak
Tak ingin sekadar gamang menghadapi data, Pemkab Batang menyiapkan strategi berjenjang. Langkah pertama, pemerintah menggencarkan program pendidikan kesetaraan bagi anak-anak yang sudah terlanjur keluar dari sekolah.
"Prioritas kami tahun ini adalah program Paket C massal. Kami sediakan layanan Paket C gratis yang menyasar 2.000 anak," tegas Faiz.
Desa Berprestasi Raih Insentif
Selain bantuan belajar, Faiz juga menggandeng perangkat desa sebagai ujung tombak pengawasan warga. Pemkab akan memberikan hadiah berupa bantuan keuangan kepada desa-desa yang mampu menekan angka putus sekolah di wilayahnya.
"Kami beri reward berupa bantuan keuangan untuk desa dengan tingkat putus sekolah paling rendah," tambahnya.
Melalui kombinasi bantuan biaya pendidikan dan penguatan peran desa, Pemkab Batang optimistis dapat menekan angka putus sekolah secara bermakna dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
